Nestle Tambah Investasi Rp 1,5 Triliun untuk Ekspansi Bisnis

 

Epidemi corona tidak turunkan ketertarikan perusahaan melakukan investasi di negeri. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, menjelaskan Nestle meneruskan investasi US$ 100 juta atau sama dengan Rp 1,5 triliun untuk menggerakkan ekspansi usaha di Indonesia.

Agus memberi respon loyalitas Nestle meningkatkan investasi US$ 100 juta. Investasi dari Nestle diinginkan bisa berperan pada perkembangan industri manufaktur nasional.

“Investasi ini untuk perubahan perusahaan untuk salah satunya yang paling besar dunia,” tutur Agus di Jakarta, Sabtu (12/9).

Presiden Direktur Nestle Indonesia Ganesan Ampalavanar akui optimis produk keperluan harian akan tumbuh positif di Indonesia.

“Karenanya untuk perusahaan yang mempunyai loyalitas periode panjang, Nestle meyakiniperlu tingkatkan kemampuan produksi untuk penuhi keperluan customer,” katanya.

Disamping itu Nestle memberikan dukungan kenaikan kesejahteraan warga, diantaranya lewat pembinaan serta kerja sama dengan beberapa peternak sapi. Diantaranya peternak sapi di Jawa Timur untuk membuahkan susu fresh untuk stock pangan. Rata -rata per tahun berbelanja susu fresh Nestle dari 26 ribu peternak capai Rp1,7 triliun.

Demikian pula dengan petani kopi di Tanggamus, Lampung. Perusahaan beli kopi dari beberapa petani sejumlah Rp 1 triliun per tahun.

Kopi itu beberapa adalah bahan baku buat produk export. Hingga, jika dikombinasi, program kerja sama untuk bahan baku susu fresh serta kopi, nilai investasinya capai seputar Rp3 triliun.

Sekarang ini Nestle menjalankan tiga pabrik, yaitu produksi minuman cair (Milo) di pabrik Karawang, selanjutnya di pabrik Pasuruan untuk produk susu cair (Bear Merek). Lantas pabrik Bandar Lampung menghasilkan bumbu masak (Maggi).

Dari operasionalnya itu, perusahan sudah memakai 3.568 karyawan da 15 ribu orang yang berkaitan dalam rantai bisnisnya.

Pemerintah mengatakan beberapa loyalitas investasi pada industri manufaktur terus berajalan. Agus Gumiwang mengatakan, gagasan investasi manufaktur sampai 2023 capai Rp 1.084 triliun.

“Ini daftar gagasan investasi yang telah berada di BKPM (Tubuh Pengaturan Penanaman Modal). Ini cuma industri manufaktur,” kata Agus di pertemuan pengaturan nasional Kamar Dagang serta Industri (Kadin) Indonesia dengan cara virtual, Kamis (10/9).

Investasi itu terbagi dalam 83 project dengan jumlah tenaga kerja yang diserap akan capai 121.527 orang. Dengan cara detil, gagasan investasi paling besar ada pada bagian pemurnian logam atau smelter dengan nilai Rp 410,03 triliun dengan jumlah resapan tenaga kerja capai 31.090 orang.

Produk yang diproses mencakup Alumina, Nickel in Matte, Ferronickel, copper cathode, copper slag, asam sulfat, Ferrochrome, serta Stainless Steel.

Investasi paling besar selanjutnya pada industri otomotif dengan nilai Rp 81,61 triliun dan resapan tenaga kerja 12.500 orang. Produk investasinya mencakup KBM roda empat, elemen mesin, kendaraan listrik/ hybrid, serta baterei.

Lantas, investasi pada industri logam non smelter capai Rp 41,1 triliun dengan resapan tenaga kerja 12.700 orang. Investasinya mencakup beberapa produk, seperti Cold Rolled Steel, Hot Metal, serta Hot Strip Mill.

Setelah itu, BKPM menulis investasi pada bagian industri makanan hasil laut serta perikanan capai Rp 19,94 triliun dengan resapan tenaga kerja 19.530 orang. Investasi bagian ini mencakup gula, tepung, pakan, penggilingan jagung, serta biskuit.

Adanya loyalitas itu, pemerintah tetap akan menjaga sampai investasi dapat terealisasi.